Sterling Desak Liga Premier Tekan Rasisme

282

Bintang tim nasional Inggris, Raheem Sterling telah meminta Liga Premier untuk membantu menuntun jalan ke negara-negara Eropa lainnya demi berperang melawan rasisme.

Sterling mencoba mengambil peran soal pelecehan warna kulit ini setelah dia dan rekan-rekan satu timnya dalam tim nasional Inggris menjadi sasaran rasis saat menjalani laga lanjutan kualifikasi Euro 2020, Minggu kemarin. Para pendukung Montenegro melancarkan serangan verbal terhadap pemain berdarah Jamaika itu ketika Three Lions menghajar tuan rumah 5-1 di Podgorica City Stadium, Podgorica.

Sterling sempat bereaksi dengan menarik telinganya di depan para penggemar tuan rumah ketika ia mencetak gol kelima Inggris. Tindakan reaktif Sterling kemudian dibalas dengan lemparan roket ke arahnya oleh pendukung tuan rumah.

Ditanya apakah perayaannya merupakan pelampiasan rasa frustrasi, Sterling menambahkan:

“Bukan pencurahan frustrasi, itu hanya untuk memberi tahu mereka bahwa Anda harus melakukan lebih baik daripada itu untuk menghentikan kami.”

Sterling menambahkan bahwa sangat memalukan datang ke suatu tempat untuk kemudian diingatkan tentang warna kulit kita, atau apa yang kita sukai.

“Aku tahu apa warnaku. Hanya memalukan bahwa beberapa orang berpikir itu keren untuk mengejekmu karenanya.”

Setelah pertandingan, pemain sayap Manchester City itu menuntut larangan pemakaian stadion bagi Montenegro sebagai hukuman. Sementara Asosiasi Sepakbola (FA) mengeluarkan pernyataan pada hari Selasa yang mengutuk “nyanyian rasis yang menjijikkan” selama pertandingan di stadion berkapasitas 15.230 penonton tersebut.

Raheem Sterling mengatakan dia menerima pelecehan rasial dari pendukung tuan rumah selama pertandingan. “Cara terbaik untuk membungkam para pembenci (dan ya maksudku rasis) # 2019 #getsomeeducation” Sterling tweeted sesaat setelah pertandingan.

Penyerang itu juga membahas masalah ini dalam sebuah wawancara TV setelah pertandingan, menyerukan penutupan stadion sebagai hukuman atas pelecehan ras.

“Melarang satu atau dua orang tidak mencapai apa-apa,” kata Sterling.
“Itu hanya satu atau dua orang dan kemudian akan ada pertandingan berikutnya lagi dan Anda akan melarang satu atau dua penggemar lagi. Saya pikir harus ada yang lebih serius dalam hal ini.”

Sterling juga bersikeras agar klub-klub Liga Premier dan pihak berwenang harus memberi contoh dengan mengambil zero-tolerance approach (pendekatan nol toleransi).

“Aturan yang sama harus berlaku di mana-mana. Tidak ada waktu untuk hanya membatalkan tiket musiman dua orang.”

“Saya pikir meskipun hanya dua orang, seluruh stadion mendapatkannya atau seluruh bangsa mendapatkannya, sehingga akan membuat orang berpikir lebih banyak.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here