Boubacar Barry Gantung Sarung Tangan

128
Boubacar Barry

[dropcap]B[/dropcap]arry, kiper tangguh tim nasional Pantai Gading telah mengumumkan secara langsung bahwa per 2 Maret 2019 dia akan gantung sarung tangan. Empat tahun lalu Barry juga sudah menyatakan pensiun dari tim nasional Pantai Gading usai membawa The Elephants meraih Piala Afrika 2015. Barry, yang meniti karir selama lebih dari dua dekade, adalah bagian dari generasi ’emas’ Pantai Gading yang di dalamnya termasuk sang legenda Didier Drogba, Toure bersaudara (Yaya Toure dan Kolo Toure), Bonaventure Kalou, dan Gervinho.

“Pada 2 Maret saya mengumumkan akhir karir saya sebagai penjaga gawang yang telah berlangsung selama 22 tahun,” kata Barry dalam sebuah pernyataan di situs tim Divisi Dua Belgia OH Leuven – klub dimana dia bergabung sejak pada tahun 2017.

“Boubacar ‘Copa’ Barry menjadi seperti sekarang ini berkat dukungan dari orang-orang yang mempercayainya dan memberinya kesempatan,” Barry menambahkan, seraya mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah mendukungnya selama karirnya.

 

Barry membenarkan bahwa dia akan tinggal di Belgia untuk mengambil peran sebagai pelatih. Apalagi setelah gantung sepatu, klubnya sekarang menjamin posisi sebagai pelatih kiper akan menjadi miliknya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan mereka pada saya untuk memulai karir baru saya bersama mereka. Saya sadar akan beban tanggung jawab dan seperti para pendahulu saya, saya akan terus menyampaikan nilai-nilai universalitas dan keberanian serta semangat tim,” dia menambahkan.

Barry telah berdiri di bawah mistar Pantai Gading sebanyak 86 kesempatan dengan tujuh di antaranya adalah pertandingan di tiga Piala Dunia. Barry pertama kali tampil di Piala Dunia 2006 di Jerman ketika Pantai Gading bertemu dengan Serbia & Montenegro di laga terakhir putaran Grup. Pantai Gading yang saat itu dibesut Henri Michel berhasil unggul 3-2 lewat dua gol Aruna Dindane dan satu dari Bonaventure Kalou. Hasil ini menghindari Pantai Gading dari posisi juru kunci Grup C, yang meloloskan Argentina dan Belanda ke babak berikutnya.

Di putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika, Barry tampil penuh, tapi tidak mampu meloloskan salah satu wakil Afrika tersebut. Berhasil menahan Portugal tanpa gol di laga pertama, Drogba Cs ditekuk Brasil 1-3. Meski sukses mengalahkan Korea Utara 3-0 di laga terkahir, tim yang diasuh Sven-Goran Eriksson tersebut hanya berada di posisi ketiga Grup B di bawah Brasil dan Portugal. Sedangkan saat Piala Dunia 2014 yang dihelat di Brasil, Barry juga tampil sebagai kiper utama. Tapi lagi-lagi Pantai Gading terhenti di fase Grup. Mengawali dengan baik saat mengalahkan Jepang 2-1. Ternyata tim yang saat itu sudah beralih pada pelatih Sabri Lamouchi gagal mengatasi Kolombia dan Yunani, yang kemudian mewakili Grup B. Sedikit menyakitkan karena Wilfred Bony dan kawan-kawan kecolongan oleh gol Georgios Samaras di menit ke-93. Pantai Gading pun kalah 1-2. Padahal dengan hasil seri saja, Pantai Gading akan mendampingi Kolombia yang tidak terkalahkan di Grup D.

Selain Piala Dunia, Barry juga masuk dalam skuad Pantai Gading saat tampil di Piala Afrika 2006, 2008, 2010, 2012, 2013 dan 2015. Catatan menarik dicatat Barry saat menghadapi Ghana di partai final Piala Afrika 2015 yang berlangsung di Guinea Ekuatorial.

Setelah pertandingan berakhir tanpa gol, kiper kelahiran 30 Desember 1979 itu tampil sebagai pahlawan di babak adu penalti. Penampilan heroiknya saat menyelamatkan dua penalti lawan seakan belum cukup. Barry kemudian muncul sebagai eksekutor terakhir dan menjadi penentu dalam drama adu tendangan penalti yang berakhir dengan skor 9-8 untuk Pantai Gading tersebut. Gelar itu menjadi yang kedua bagi Pantai Gading setelah tahun 1992, setelah mengalahkan lawan yang sama dengan skor yang lebih besar 11-10.

Barry memulai karir sepak bolanya bersama klub asal Pantai Gading, ASEC Mimosas, sebelum kemudian pindah ke Prancis pada tahun 2001. Di Prancis Barry bergabung dengan tim Rennes B, di mana dia tampil dalam 23 pertandingan.

Selanjutnya Barry meneruskan karirnya ke Belgia, di mana dia sempat bermain dengan Beveren selama empat musim sejak 2003 hingga 2007. Dari Beveren Barry menyeberang ke Lokeren, yang dia perkuat sampai 10 musim. Dalam catatan 239 pertandingan yang dia jalani bersama Lokeren, kiper yang berakidah Muslim ini sempat menyumbang satu gol. Gol itu dia dapat lewat eksekusi penalti saat Lokeren mengalahkan Westerlo 4-0 di ajang Piala Belgia 2011/2012. Di musim tersebut Lokeren berhasil mengangkat Piala Belgia demikian juga pada Piala Belgia 2013/2014.

Yang unik dari seorang Barry adalah, dia selalu memakai nama “COPA” di jerseynya saat tampil di Liga Belgia, tapi begitu memakai jersey tim nasional, kembali memakai nama Boubacar Barry.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here