Ungkap Kasus Korupsi Sepakbola, Wartawan Ghana Ditembak Mati

20
Ungkap Kasus Korupsi Sepakbola

[dropcap]GG[/dropcap]Tidak salah kalau kasus korupsi digolongkan sebagai extraordinary crime. Akibat yang ditimbulkannya bukan hanya berdampak pada masyarakat kelas bawah. Tapi juga menimpa orang-orang yang bekerja untuk menumpas kejahatan korupsi. Para koruptor (sebuatan untuk pelaku korupsi) tidak pernah diam, mereka selalu melawan baik penegak hukum maupun lembaga independen yang bergerak di bidang anti korupsi. Sepakbola pun sejak lama sudah digerogoti oleh para koruptor. Kasus korupsi sepakbola terbesar adalah ketika  ditangkapnya sejumlah petinggi otoritas sepakbola dunia, FIFA beberapa tahun lalu.

Ahmed Hussein-Suale, seorang wartawan investigasi ditembak mati ketika sedang dalam perjalanan pulang ke kediamannya di pinggiran kota Accra, Ghana, pada Rabu kemarin . Hussein-Suale adalah satu investigator di investigative journalism house, Tiger Eye PI.

Dia ditembak tiga kali, masing-masing dua peluru mengenai dada dan satu menerjang lehernya. Sang wartawan meninggal ditempat kejadian. Menurut keterangan dia tembak oleh beberapa orang pengendara sepeda motor. Hussein-Suale sendiri menggunakan mobil.

Saat ini Hussein-Suale merupakan salah satu anggota tim investigasi kasus korupsi dan HAM yang dipimpin Anas Aremeyaw Anas. Anas Aremeyaw adalah seorang jurnalis investigasi terkenal di Ghana. Dia pernah disebut dan dipuji oleh mantan Presiden AS Barack Obama sebagai pemberani.

Kasus Korupsi Sepakbola

Tim ini sempat terkenal tahun lalu dengan film dokumenter televisi yang mengekspos kasus korupsi sepakbola dan kejahatan terorganisir di Ghana dan seluruh Afrika. Yang lebih heboh dalam film dokumenter itu, juga menuduh 77 wasit dan ketua sepakbola Ghana saat itu Kwesi Nyantakyi menerima suap.

Sampai kemudian mendorong Ghana untuk membubarkan Asosiasi Sepak Bolanya. Nyantakyi diskors oleh badan pengatur sepak bola dunia FIFA dan mengundurkan diri tidak lama setelah itu.

Pembunuhan ini benar-benar mengejutkan dunia pers Ghana yang sedang bersemangat menikmati kebebasannya yang relatif lebih baik dibandingkan negara-negara lain di Afrika. Ghana berada di peringkat 23 dari 180 negara dalam indeks kebebasan pers dunia yang disusun oleh Reporters Without Borders (RSF), peringkat tertinggi di Afrika.

Tiger Eye PI mengatakan proyek terakhir Hussein-Suale adalah sebuah film dokumenter kasus korupsi sepakbola. Tidak disebutkan proyek apa yang dia lakukan untuk mereka. BBC mengatakan, Hussein-Suale bekerja dengannya di berbagai proyek, termasuk penyelidikan soal perdagangan organ tubuh manusia yang dijual untuk sihir ritual di Malawi.

Beberapa metode yang digunakan oleh tim Anas telah dipertanyakan dan memicu kritik, khususnya taktik wartawan yang menyamar sebagai orang lain untuk menjebak tokoh-tokoh yang mungkin korup. Metode tersebut telah dikecam sebagai ilegal oleh beberapa orang, termasuk Nyantakyi.

Nyantakyi sendiri mengatakan ia akan mengajukan banding atas hukuman larangan beraktifitas seumur hidupnya di dunia sepak bola.

“Saya berharap polisi bekerja sesegera mungkin dan menangkap para pelaku kejahatan keji ini,” kata Presiden Afuko-Addo di akun Twitternya

Ungkap Kasus Korupsi

Anas, yang menutupi wajahnya di depan umum demi pertimbangan keamanan, memposting tentang kematian di Facebook dan Twitter-nya.

“Berita sedih, tapi kita tidak akan dibungkam,” katanya. “Beristirahatlah dengan tenang, Ahmed.”

“Kami … tetap tidak tergoyahkan dalam tekad kami untuk mengejar para perusak negara dan menjadikan korupsi sebagai kegiatan berisiko tinggi di negara ini,” kata Tiger Eye PI. “Ahmed adalah jurnalis investigasi yang sangat baik dan berpengalaman.” tambahnya seperti diberitakan abcnews.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here