Hari Paling Menyedihkan, Kanu Kehilangan Medalinya

37
Hari Paling Menyedihkan Bagi Kanu

[dropcap]GG[/dropcap] Mantan bintang Nigeria dan Arsenal, Nwankwo Kanu pada Selasa kemarin menyatakan sedang berada di “hari paling menyedihkan dalam hidupnya”. Pernyatan itu disampaikan setelah mengetahui ada pihak yang melakukan upaya paksa untuk menguasai salah satu investasinya yang paling berharga, The Hardley Apartments. Bangunan milik Kanu itu berlokasi di sepanjang Waziri Ibrahim Crescent, di Pulau Victoria, Negara Bagian Lagos. Kesedihan utamanya terasa setelah mengetahui sejumlah medali yang dia menangkan bersama Arsenal, Ajax, Portsmounth, serta timnas Nigeria lenyap dari properti miliknya itu. Propertinya di Lagos tersebut memang sudah lama menjadi pusat sengketa hukum.

Hotel bintang empat dimaksud telah menjadi subyek litigasi dalam beberapa tahun belakangan atas dugaan kelalaian dalam transaksi antara hotel dengan Skye Bank (sekarang Polaris Bank). Perselisihan kemudian mengarah ke serangkaian gugatan hukum yang hingga kini masih tertunda di pengadilan tinggi federal, Ikoyi, Lagos. Sidang terakhir tentang masalah ini digelar pada November 2018 yang kemudian ditunda hingga 31 Januari 2019.

“Ini adalah hari paling menyedihkan dalam hidup saya karena saya tidak dapat mengerti mengapa ini terjadi pada saya,” katanya kepada media online The Cable.

“Semua medali yang saya dapatkan, selain obor Olimpiade, semuanya yang saya hargai hilang dan saya bahkan tidak tahu kepada siapa harus meminta semua aset berharga ini,” sambungnya.

Namun, Shina Philips, seorang teman dekat dan rekanan Kanu mengatakan kepada Premiumtimes bahwa mantan pemain terbaik Afrika tersebut sampai harus mempersingkat perjalanannya ke London. Sikap itu diambil setelah mengetahui adanya beberapa orang ‘tidak dikenal’ yang sedang melakukan renovasi ilegal di hotelnya. Sebenarnya tindakan itu bertentangan dengan peringatan pengadilan yang meminta kedua belah pihak untuk menjauhi properti tersebut

“Ya, itu benar, mereka bahkan berhasil membawa medali sepak bola, trofi, plakat, dan barang-barang berharga lainnya. Untuk seseorang yang telah melayani dan masih melayani negara ini dengan pantas, dia tidak layak mendapatkan perlakuan semacam ini,” ungkap Philips, yang juga melihat Kanu menangis saat berada di hotel bersamanya.

“Aku hampir tidak bisa mengenali hotel milikku ini lagi. Dan menjadikan hari ini adalah hari paling menyedihkan dalam hidup saya. Saya juga tidak bisa mengerti mengapa ini terjadi pada saya ketika masalah di pengadilan belum selesai”.

Hari Paling Menyedihkan Bagi Kanu
Nwankwo Kanu

Pihak Asset Management Corporation of Nigeria (AMCON) menyatakan akan mengawasi renovasi yang melanggar perintah pengadilan tersebut. Menurut AMCON, tindakan penguasaan sepihak ini tidak dapat diterima dalam konsekuensi apapun. Karena Kanu belum menerima satu pun surat yang menyatakan propertinya akan dieksekusi sehingga bangunan itu sepenuhnya masih sah milik Kanu.

Kanu mengaku setelah asetnya menjadi objek sengketa dan disegel pengadilan sejak 2016 sungguh sangat berefek pada operasional yayasan Kanu Heart Foundation. Yayasan yang dia dirikan sejak dia pensiun dari sepakbola. Seperti diketahui, hotel tersebut menjadi salah satu penunjang finansial yayasan yang khusus menangani anak-anak muda Nigeria yang menderita kelainan jantung.

Kanu sangat berharap ada pihak yang mau membantunya mendapatkan kembali koleksi-koleksinya tersebut.

Presiden Federasi Sepakbola Nigeria, Amaju Pinnick membenarkan hilangnya medali dan trofi itu sungguh memukul perasaan Nwankwo.

“Kanu bekerja sangat keras dari awal untuk mengumpulkan apa pun yang dia miliki hari ini. Kami dengan hormat meminta polisi Nigeria dan agen keamanan lainnya untuk bekerja keras mengungkap para pelaku tindakan jahat ini,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Tapi menurut kantor berita AFP, tidak ada tanggapan langsung dari polisi di Lagos ketika coba dihubungi.

Kita nantikan saja bagaimana kelanjutan kasus ini berakhir. Apa pun keputusan pengadilan, sepertinya semua pihak tetap berharap medali, piagam, dan apapun yang bersifat penghargaan atas presatasinya di sepakbola, agar dikembalikan. Sehingga tiada lagi ‘hari paling menyedihkan’ bagi sang legenda benua hitam tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here