Fulham Pecat Ranieri, Parker Sebagai Carateker

17

Klub asal London, Fulham FC mengambil keputusan untuk mengakhiri memakai jasa pelatih Claudio Ranieri (67) di sisa laga Liga Primer. Pengumuman itu disampiakan ke publik pada hari Kamis (1/3/2019) setelah The Cottagers ditekuk tuan rumah Southampton, 0-2 pada hari Rabu. Meskipun demikian pemilik klub, Shad Khan mengatakan manajer tidak sepenuhnya bertanggung jawab karena gagal mengangkat klub keluar dari zona degradasi.

“Tidak mengherankan bagiku, Claudio adalah pria yang sempurna, seperti biasa,” kata Khan. “Masa jabatan Claudio di Fulham tidak menghasilkan hasil yang kami perkirakan dan butuhkan ketika saya menunjuknya sebagai manajer pada bulan November, tetapi yakinlah dia tidak semata-mata disalahkan atas posisi kita saat ini.”

Sejak diangkat menjadi manajer Fulham pada bulan November lalu untuk mengambil posisi Slavisa Jokanovic, Ranieri hanya berhasil mendapatkan 12 poin dari 16 pertandingan. Ranieri kehilangan 36 poin dari 48 poin maksimal yang bisa dia raih.

“Meskipun kami tidak dapat mempertahankan langkah itu setelahnya, saya bersyukur atas usahanya. Claudio meninggalkan Fulham sebagai teman kami dan dia pasti akan mengalami kesuksesan lagi segera,” tambah Khan.

Tapi pemecatan ini mengecewakan manajer yang secara mengejutkan memenangkan Liga Premier bersama Leicester pada 2015/2016 tersebut.

“Saya jelas kecewa dengan hasil baru-baru ini dan bahwa kami tidak dapat membangun awal yang baik yang kami buat setelah pengangkatan saya,” kata Ranieri.

Untuk meneruskan cita-cita bertahan di level pertama liga Inggris, Fulham sudah menunuk manajer sementara yang usia hampir separuh usia Ranieri, Scott Parker (38). Parker masih “belia” dalam dunia kepelatihan, dia baru dua tahun memasuki karier barunya tersebut. Usai menyatakan pensiun pada Juni 2017, Parker menjajaki ilmu melatihnya dengan membesut tim U-18 Tottenham Hotspurs. Kemudian memasuki musim panas 2018, Parker meninggalkan Spurs menuju Fulham kembali dan bergabung dalam tim pelatih Slavisa Jokanovic. Mantan gelandang Fulham Scott Parker ditugaskan di tim sampai akhir musim, dengan pertandingan pertamanya pada hari Minggu menjamu mantan klubnya yang lain, Chelsea. Selain dengan Tottenham, dan Chelsea, Parker juga sempat berseragam Charlton, Newcastle, dan West Ham, sebelum akhirnnya pensiun bersama Fulham pada 2017.

“Penugasan langsung Scott hanyalah untuk membantu kami menstabilkan, menumbuhkan, dan menemukan kembali diri kami sebagai klub sepakbola,” kata Khan. “Jika Scott dapat menjawab tantangan itu, dan para pemain kami merespons peluang itu, mungkin kemenangan akan menyusul dalam beberapa bulan mendatang.”

Kita tunggu kinerja pertama Parker di kancah tertinggi sepakbola Inggris sebagai manajer utama. Akankah dia mampu mengangkat klub yang bermarkas di Craven Cottage itu dari lembah degradasi? Fulham kini bertengger di peringkat dua terbawah klasemen sementara hingga pekan ke-28. Ada 10 laga ke depan yang akan menentukan nasib Fulham, bertahan atau turun kembali ke Divisi Championship. Sebagai catatan, Fulham musim lalu promosi ke Premier League setelah melewati Derby County (semifinal) dan Aston Villa (final) di babak playoff.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here