Perebutan Tiket Liga Champions di Liga Inggris 2018/2019

16
Perebutan tiket Liga Champions

Perebutan tiket Liga Champions di Liga Inggris selalu berjalan seru di setiap musimnya. Tidak terkecuali di musim 2018/2019. Selain Liverpool dan Manchester City yang telah mendominasi liga sejak sepertiga perjalanan musim berjalan dan fokus memperebutkan gelar Premier League. Hanya Tottenham Hotspur yang sedikit lebih aman untuk salah satu tiket bergengsi tersebut. Chelsea, Arsenal, dan Manchester United akan saling jegal

Persaingan untuk perebutan tiket Liga Champions di Liga Inggris musim ini akan menjadi arena perang bagi empat klub. Hanya Tottenham Hotspur yang sedikit lebih aman untuk salah satu tiket bergengsi tersebut. Chelsea, Arsenal, dan Manchester United akan saling jegal.

Manchester United terlihat paling ambisius dalam perebutan tiket Liga Champions di Liga Inggris belakangan ini. Gairah kemenangan memuncak semenjak dari ruang ganti hingga bangku penonton setelah klub ditangani Ole Gunnar Solksjaer. Dari statistik memang terlihat Manchester United bergerak tajam pasca kursi kepelatihan berpindah dari Jose Mourinho kepada mantan penyerang supersub andalannya tersebut. Sepuluh laga tanpa kekalahan adalah bukti nyata. Dan sekarang, hingga pekan ke-25, Setan Merah sudah bertengger di tangga kelima klasemen sementara Premier League. Luar biasa!

Soal target empat besar, langkah Paul Pogba Cs harus diakui tidak gampang. Tiga sekaligus tim asal London akan menjadi penghalang berat, Tottenham Hotspurs, Chelsea, dan Arsenal. Spurs sendiri terlihat sedikit lebih mudah untuk bertahan di empat besar. Jaraknya saat ini dengan peringkat lima (MU) sudah sembilan poin. Serta sepuluh poin di atas musuh besarnya, Arsenal yang turun ke urutan enam. Meski demikian, Perebutan tiket Liga Champions di Liga Inggris 2018/2019 tetap memanas. Bahkan kalau tidak hati-hati, The White Lily juga bisa terpelesat.

Kalau pun tiket ketiga sudah di tangan Herry Kane Cs, Perebutan tiket keempat Liga Champions di Liga Inggris 2018/2019 tidak akan mengendur antara tiga klub, Chelsea, Manchester United, dan Arsenal. Ketiganya masih punya peluang yang berimbang. Pembeda dari ketiganya hanya dalam hal kedalaman skuad. Di sini Arsenal sangat minimalis. Tim inti milik Unay Emery tidak berimbang dengan yang duduk di bench. Namun, bila dilihat dari 13 sisa lawan yang harus dihadapi pada laga-laga selanjutnya, secara matematis malah Arsenal sedikit lebih beruntung.

Arsenal hanya akan menghadapi dua klub yang secara materi pemain masuk kategori kelas kakap, yang sekarang menghuni enam besar klasemen. Yaitu partai North London Derby menghadapi Tottenham di Wembley Stadium dan menjamu MU di Emirates Stadium. Kedua laga ini sedikit berat karena berlangsung secara beruntun di gameweek 29 dan 30 pada awal Maret. Kondisi ini melegakan harapan para Gooners dalam menghadapi ketatnya Perebutan tiket Liga Champions di Liga Inggris tahun ini. Memori musim lalu sungguh menyakitkan bagi mereka.

Sedangkan Chelsea, selain Arsenal, keempat tim besar masih harus di hadapinya, dua di bulan Maret (Manchester City dan Tottenham) serta dua di bulan April (Liverpool dan Manchester United). Kendala lagi, dari empat partai tersebut, tiganya berlangsung di kandang lawan (duo Manchester plus Liverpool). Tapi kehadiran Gonzalo Higuain yang dipinjam dari Juventus setidaknya menambah semangat tim yang kehilangan ketajaman di lini depan. Meski melempem saat tampil di laga debut menghadapi Bournemouth (kalah besar, 0-4), El Pipita tampil brilian pada penampilan keduanya di Stamford Bridge. Pemain berdarah Prancis ini menyumbang dua gol ketika Chelsea membantai tim juru kunci, Huddersfield Town, lima gol tanpa balas.

Di pihak lain ada sedikit keuntungan bagi Setan Merah. Tiga dari empat partai melawan klub besar akan dilakoni di Old Trafford. Pada tanggal 22 bulan ini, Marcus Rasford dan kawan-kawan akan menjamu musuh semusuh-musuhnya, Liverpool di gameweek ke-27. Di pekan ke-31 dan 36, Old Trafford akan kedatangan dua tamu biru, sang tetangga The Citizen dan The Blues. Satu-satunya pertandingan away adalah saat OGS membawa anak asuhnya ke Emirates Stadium, kandangnya Arsenal. Apakah pasukan Manchester Merah akan mampu mengatasi pesaingnya dalam perebutan tiket Liga Champions di Liga Inggris musim 2018/2019?

Klasemen sementara hingga usai pekan ke-25 pun tidak ada jaminan akan bertahan lama. Gudang Peluru yang pekan sebelumnya mulai mengancam dan merengsek ke peringkat empat, melangkahi Chelsea. Ini bisa terjadi bila melihat jadwal laga ketiga tim di bulan Februari ini. Chelsea langsung harus kerja keras di pekan depan, melawat ke Etihad Stadium. Dan satu pekan selang, di gameweek 28 dan 29, Eden Hazard harus meladeni dua tim sekota, Tottenham Hotspur di Stamford Bridge serta Fulham di Craven Cottage Stadium.

United akan menghadapi pemuncak klasemen, Liverpool di bawah tatapan suporter sendiri pada pekan ke-27, setelah terlebih dahulu di pekan ke-26 berkunjung ke markas klub London, Fulham. Di pekan selanjutnya, David de Gea sepertinya harus bekerja keras saat melawat ke kandang klub London lainnya, Crystal Palace. Tim asuhan mantan pelatih timnas Inggris, Roy Hodgson ini dikenal selalu bermain alot kala berjumpa dengan tim-tim papan atas. Tim Manchester Biru sudah merasakannya. Anak didik Pep Guardiola terjengkang di kandang sendiri, 2-3. Liverpool pun hampir celaka ketika menghadapi perlawanan Wilfred Zaha dan kawan-kawan di Anfield Stadium. Untung dua gol Mohamed Salah menyelamatkan muka Jurgen Klopp. The Reds menang 4-3.

Bagaimana dengan Arsenal? Di pekan ke-26, anak buah Unay Emery akan menjamu penghuni dasar klasemen, Huddersfield Town. Semua pemerhati sepakbola mengunggulkan Arsenal pada laga ini. Usai jeda disebabkan kelanjutan jadwa Liga Champions, Arsenal akan menjamu klub yang pertama sekali mengotori catatan tanpa kalah milik Emery, Southampton. Meriam London diprediksi tidak akan kewalahan seperti saat tampil di Stadion St. Mery’s, 15 Desember tahun lalu. Lawan berikutnya di pekan ke-28 adalah Bournemouth. Klub yang diarsiteki Eddie Howe memang tidak terlalu kuat jika tampil di kandang klub-klub besar. Tapi tetap harus diwaspadai oleh Pierre-Emrick Aubameyang dan kawan-kawan. The Cherries bisa saja tampil mengejutkan seperti ketika menekuk tuan rumah Everton dua gol tanpa balas. Atau ketika membantai tamu besarnya, Chelsea empat nol.

Jadi, bila dilihat dari sisa jadwal, kans Arsenal sedikit lebih terbuka untuk memenangkan pertarungan dalam perebutan tiket Liga Champions di Liga Inggris . Dengan catatan, tidak terlalu banyak pemain inti yang masuk ruang operasi. Seperti disebutkan di awal, kendala utama Arsenal adalah pada stok pemain. Satu pemain cedera maka satu persoalan akan muncul, terutama untuk posisi lini pertahanan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here