Laga Nostalgia di Babak 16 Besar UCL 2018/2019

44
Laga Nostalgia di Babak 16 Besar UCL 2018/2019
Laga Nostalgia di Babak 16 Besar UCL 2018/2019

Delapan partai yang akan berlangsung mulai Rabu ini (13/2/2019) boleh disebut sebagai Laga Nostalgia di Babak 16 Besar UCL 2018/2019. Hasil undian babak perdelapanfinal UEFA Champions League musim 2018-2019 yang dilangsungkan di Nyon, Swiss telah diumumkan pada Senin, dua bulan lalu (17/12/2018). Beberapa klub yang akan saling bertemu ternyata punya nostalgia menghasilkan beberapa laga nostalgia bagi pemain-pemainnya. Meskipun tidak semua pertandingan akan kental dengan aroma reuni, tetapi paling tidak bisa dikaitkan dengan nuansa kenangan bagi pemain maupun pelatihnya. Mari kita baca uraian di bawah ini :

Schalke 04 vs Manchester City

gambar

Siapa yang tidak kenal pemain muda paling berbakat Jerman yang tidak dibawa ke Piala Dunia 2018 oleh pelatih Der Panzer, Joachim Loew. Ya, Leroy Sane boleh jadi akan memiliki kenangan indah saat klubnya sekarang, Manchester City akan saling berhadapan dengan mantan klub yang membesarkannya, Schalke 04 . Jasa The Royal Blues memang cukup besar dalam perkembangan karir Sane. Anak dari mantan pemain berdarah Senegal, Souleymane Sane ini dari belia hingga senior digembeng di Schalke. Meski sempat pindah ke Bayer Leverkusen. Sampai kemudian berlian dalam diri anak beribu perempuan Jerman ini tercium oleh Pep Guardiola dan memboyongnya ke Stadion Etihad. Jadi laga ini bagi Sane benar-benar Laga Nostalgia di Babak 16 Besar UCL 2018/2019.

Matija Nastasic juga menjadi salah satu pemain yang akan pertandingan ini sebagai Laga Nostalgia di Babak 16 Besar UCL 2018/2019. Kebalikan dari Sane, Nastasic adalah mantan pemain The Citizen yang didatangkan oleh Roberto Mancini dari Fiorentina dan diikat kontrak selama lima tahun (2012-2017)Namun di tengah jalan dia dijual ke Schalke 04 oleh Manuel Pellegrini pada musim dingin 2015. Bek tengah tim nasional Serbia ini sekarang cukup bahagia di Schalke karena sudah masuk dalam skuad utama tim asuhan Domenico Tedesco. Maka laga ini kembali akan mempertemukan dia dengan mantan kawan-kawannya di Etihad Stadium. Sebuah Laga Nostalgia di Babak 16 Besar UCL 2018/2019 akan dia jalani Rabu ini.

Laga Nostalgia di Babak 16 Besar UCL 2018/2019

Pep Guardiola sendiri juga punya kenangan terhadap pertandingan ini karena pernah membesut klub Bundesliga, Bayern Munchen selama tiga musim. Pertemuan klubnya sekarang, Manchester City dengan Schalke 04 bisa dimasukkan dalam Laga Nostalgia di Babak 16 Besar UCL 2018/2019 karena menjadi nostalgia buat Pep pada pertandingan-pertandingan klubnya melawan klub asal lembah Ruhr tersebut.

Atletico Madrid vs Juventus

Keberadaan Cristiano Ronaldo di skuat Juventus menjadikan laga ini penuh kenangan. CR7 adalah momok bagi Atletico Madrid sejak merumput di klub saingan sekota, Real Madrid . Fakta tersebut tidak dapat dipungkiri, dalam 31 partai, 22 gol telah disarangkan pemain yang identik dengan nomor punggung 7 ini ke gawang Los Rojiblancos . Termasuk di pertandingan final Liga Champions 2013-2014 dan 2015-2016, juga hatrik pada semifinal UCL 2016-2017. Sepak terjang CR7 sungguh tidak mudah dilupakan Diego Godin Cs. Inilah peluang untuk memberikan hadiah kekecewaan bagi salah satu Raja Liga Champions itu. Boleh disebut ini adalah Laga Nostalgia di Babak 16 Besar UCL 2018/2019 yang paling ditunggu penikmat sepakbola dunia.

Kemudian ada sosok Mario Mandzukic yang sebelum berseragam Juventus adalah mantan penyerang Atletico Madrid . Meski hanya semusim, striker andalan Kroasia ini cukup produktif bersama Atletico. 12 gol dari 28 pertandingan adalah catatan Mandzukic selama berkostum merah-biru milik klub ibukota Spanyol tersebut.

Manchester United vs PSG

Punggawa klub asal kota Paris, Paris Saint Germain , Angel Di Maria adalah salah satu pemain yang memiliki hubungan batin dengan Manchester United . Dia pasti merasakan aroma Laga Nostalgia di 16 Liga Besar Champions Eropa kali ini. Pemain Sayap asal Argentina ini pernah merasakan atmosfir Old Trafford selama satu musim. Kedatangannya memberi ekspektasi tinggi bagi penggemar Emyu, tapi penampilan Di Maria tidak secara signifikan memberi perubahan bagi Red Devils. Dia akhirnya dijual ke PSG.

Anthony Martial , penyerang Setan Merah juga punya benang merah melawan klub yang akan dihadapinya di babak 26 besar UCL musim ini. Pemain berdarahGuadeloupe ini adalah mantan pemain Liga Prancis, AS Monaco sebelum bergabung dengan Manchester United tiga tahun lalu. Pertemuan ini bermakna Laga Nostalgia di 16 Liga Besar Champions Eropa baginya karena dia punya kenangan saat berjumpa dengan klub asal Ligue 1, termasuk PSG.

Tottenham Hotspurs vs Borussia Dortmund

Tidak ada pemain di antara kedua tim yang punya nostalgia langsung. Jika pun mau diambil, sebenarnya ada Shinji Kagawa, gelandang berkewarganegaraan Jepang yang sempat bermain di Liga Inggris selama dua musim bersama Manchester United. Dipastikan Kagawa sangat paham dengan Tottenham Hotspurs , calon lawan Borussia Dortmund di babak 16 besar nanti. Tapi sayang, pada bursa transfer musim dingin lalu dia telah berseragam Besiktas, klub Super Lig Turki. Sehingga Laga Nostalgia di 16 Liga Besar Champions Eropa boleh dibilang tidak terasa di pertandingan ini.

Aroma Inggris di Borussia Dortmund pun hanya melekat pada seorang pemain muda potensial, Jadon Sancho. Lagi-lagi baginya tidak ada kenangan apa pun karena Sancho adalah didikan akademi Manchester City. Kalau mau dikaitkan juga, maka Sancho sedikit bisa merasakan reuni dengan sesama skuad Three Lions asuhan Gareth Southgate. Sancho sudah bermain dengan timnas senior Inggris dan bergabung dengan beberapa pemain Spurs yang sekarang mendominasi timnas Tiga Singa. Di antaranya : Dele Alli, Kieran Trippier, Eric Dier, Harry Winks, Harry Kane, Danny Rose. Ini alasan Sancho dapat merasakan Laga Nostalgia di 16 Liga Besar Champions Eropa musim ini.

Satu lagi pemain yang dianggap memiliki nostalgia dengan laga ini adalah Son Heung-Min . Pemain timnas Korea Selatan berusia 26 tahun ini memang bertumbuh kembang di Bundesliga. Jadi ada memori panjang dengan BVB . Klub tua, Hamburg SV dan Bayer Leverkusen adalah dua klub yang pernah berjasa mengangkat reputasi dirinya sebagai salah satu pemain asal Asia yang berprestasi di Bundesliga. Sebelum kemudian berlabuh di London, Tottenham Hotspurs pada awal musim 2016-2017. Son akan menikmati pertandingan ini sebagai Laga Nostalgia di 16 Liga Besar Champions Eropa.

Olympique Lyon vs Barcelona

gambar

Samuel Umtiti merupakan pemain binaan akademi Olympique Lyon yang kini menjadi bek tengah terkuat milik Barcelona selainGerard Pique . Jika bisa kembali dari cedera panjangnya, pemain kelahiran Yaounde, Kamerun ini akan bersua dengan para penyerang Lyon. Mereka adalah bekas kawan setimya dulu semisal Clement Grenier dan Nabil Fekir . Sebuah pertandingan penuh kenangan akan tersaji sebagai Laga Nostalgia di Babak 16 Besar UCL 2018/2019

Roma vs Porto

Di skuat AS Roma saat ini ada nama Iván Marcano , bek veteran asal Spanyol yang cukup lama merumput bersama Porto. Pemain yang telah berusia 31 tahun ini bergabung ke Stadio Olimpico di awal musim ini. Kita tunggu bagaimana kontribusi Marcano saat melawan klub yang sudah dibelanya lebih dari 100 partai. Sebuah laga penuh emosional bagi Marcano sehingga layak disebut Laga Nostalgia di 16 Liga Besar Champions Eropa di tahun ini.

Ajax vs Real Madrid

Klaas-Jan Huntelaar bisa jadi adalah pemain yang bersemangat untuk menyambut pertemuan Ajax melawan Real Madrid . Huntelaar pasti ingin melampiaskan kekecewaannya karena gagal total saat bermain untuk Los Marengues . Datang dari Ajax dengan harapan tinggi pada jendela transfer musim dingin 2018. Namun Si Pemburu enam bulan kemudia dilepas ke AC Milan karena dianggap gagal. Sama dengan nasib pelatihnya saat itu, Juande Ramos. Maka dalam Laga Nostalgia di 16 Liga Besar Champions Eropa ini Huntelaar akan ingin membuktikannya.

Kemudian ada juga Kiper utama Ajax, André Onana yang pernah menimba ilmu selama lima tahun di La Masia, Akademi Barcelona sebelum pindah ke Akademi Ajax pada musim 2015-2016. Meskipun tidak pernah tampil di bawah gawang utama Barcelona, ​​paling tidak Onana pernah merasakan atmosfir pertandingan El Classico antara klubnya dengan Real Madrid. Pasti Onana akan merasakan dirinya sebagai Los Cules pada Laga Nostalgia di 16 Liga Besar Champions Eropa tersebut.

Liverpool vs Bayern Munchen

gambar

Pertemuan Liverpool dengan Bayern Munchen akan menjadi spesial bagi seorang Xherdan ShaqiriLaga Nostalgia di 16 Liga Besar Champions Eropa sangat sesuatu bagi dirinya . Klub Bavaria inilah yang pertama kali memberi peluang pemain Swiss berdarah Albania ini dengan klub besar Eropa. Didatangkan dari klub Swiss, FC Basel pada musim 2012-2013. Shaqiri memang tidak cukup bahagia selama dua musim setengah di Allianz Arena . Dia hanya sering duduk di bench. Pada jendela transfer II 2015, pemain Muslim ini dilego ke klub Italia, Inter Milan.

Matt Hummels  juga punya kenangan unik dengan laga kedua tim yang punya warna kebesaran merah ini. Jurgen Klopp  yang sekarang menukangi  The Reds  adalah mantan mentornya saat dia masih berkostum  Borussia Dortmund  . Klopp lah yang mengangkat kualitas permainannya jadi andalan di depan gawang timnas Jerman. Meski kemudian Klopp kecewa karena memilih untuk pindah ke klubnya sekarang. Tapi Hummels tetap respek karena Klopp adalah gurunya. Dirinya akan merasakan pertandingan ini ibarat Laga Nostalgia di 16 Liga Besar Champions Eropa.

Itulah sebagian besar kenangan alias nostalgia bagi beberapa pemain yang akan tampil di dua laga  kandang & tandang  babak 16 besar Liga Champions Eropa musim 2018-2019. Sama-sama kita menunggu aksi mereka!

gambar



TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here